SIEMBA — Preservasi & Publikasi Seni Budaya Bantengan Desa Tumpang Malang
SIEMBA Logo
SIEMBA Desa Tumpang • Kab. Malang
Edukasi & Budaya

UWG Bekali Masyarakat Desa Tumpang dengan Manajemen Organisasi, Dorong Komunitas Budaya Lebih Profesional dan Mandiri

Oleh Devitasari, S.T., M.M.
25 July 2026
Dilihat 296 kali
UWG Bekali Masyarakat Desa Tumpang dengan Manajemen Organisasi, Dorong Komunitas Budaya Lebih Profesional dan Mandiri

Malang, 17 Agustus 2026 — Pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga kesenian agar tetap dipentaskan. Di balik keberlanjutan sebuah komunitas seni, dibutuhkan organisasi yang kuat, tata kelola yang baik, serta sumber daya manusia yang mampu mengelola kegiatan secara profesional.

Semangat tersebut menjadi fokus Program Pemberdayaan Desa Binaan Universitas Widya Gama Malang (UWG) Tahun 2026 melalui kegiatan Pelatihan Manajemen Organisasi yang dilaksanakan di Desa Tumpang, Kabupaten Malang, pada 17 Agustus 2026.

Pelatihan tersebut disampaikan oleh Devitasari, S.T., M.M., selaku pemateri sekaligus anggota Tim Hibah Pemberdayaan Desa Binaan UWG. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pendampingan UWG dalam memperkuat kapasitas masyarakat Desa Tumpang, khususnya dalam mengelola organisasi dan komunitas yang bergerak di bidang seni dan budaya.

Mengubah Komunitas Seni Menjadi Organisasi yang Lebih Kuat

Dalam pelatihan, Devitasari menekankan bahwa keberadaan potensi budaya yang besar harus didukung dengan kemampuan organisasi yang memadai.

Menurutnya, komunitas seni tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk menghasilkan pertunjukan yang menarik, tetapi juga membutuhkan pembagian tugas yang jelas, kepemimpinan, perencanaan program, administrasi, komunikasi antaranggota, hingga kemampuan melakukan evaluasi.

“Organisasi yang kuat bukan hanya organisasi yang memiliki banyak anggota, tetapi organisasi yang setiap anggotanya memahami peran, tanggung jawab, dan tujuan bersama,” jelas Devitasari.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diajak memahami bagaimana membangun organisasi yang memiliki struktur kerja yang jelas dan mampu menjalankan program secara terencana.

Materi juga diarahkan pada bagaimana organisasi dapat menyusun agenda kegiatan, membangun koordinasi, mengelola sumber daya, serta menciptakan mekanisme kerja yang memungkinkan organisasi tetap berjalan meskipun terjadi pergantian pengurus atau anggota.

Budaya Perlu Dikelola, Bukan Hanya Dilestarikan

Program pemberdayaan yang dilakukan UWG di Desa Tumpang memiliki perhatian khusus pada keberlanjutan seni dan budaya lokal, termasuk Kesenian Bantengan.

Penguatan manajemen organisasi menjadi penting karena komunitas budaya pada dasarnya memiliki potensi untuk berkembang menjadi kekuatan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dengan tata kelola organisasi yang lebih baik, berbagai potensi yang dimiliki masyarakat dapat dikembangkan secara lebih terarah, mulai dari kegiatan seni, pelatihan generasi muda, pertunjukan budaya, hingga pengembangan aktivitas ekonomi kreatif.

Pelatihan ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk tidak bergantung pada pihak luar dalam menjalankan aktivitas organisasi. Sebaliknya, masyarakat didorong agar mampu merencanakan, mengorganisasikan, menjalankan, dan mengevaluasi program secara mandiri.

Membangun SDM, Memperkuat Desa

Devitasari menyampaikan bahwa penguatan sumber daya manusia merupakan salah satu kunci keberhasilan program Desa Binaan.

“Sarana dan fasilitas penting, tetapi manusia yang mengelola sarana tersebut jauh lebih menentukan keberlanjutan program. Karena itu, peningkatan kapasitas pengurus dan anggota organisasi menjadi investasi jangka panjang,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan pendekatan Program Pemberdayaan Desa Binaan UWG yang tidak hanya memberikan dukungan sarana, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat melalui pelatihan manajemen organisasi, pengelolaan keuangan, digitalisasi, dan pengembangan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat Desa Tumpang diharapkan mampu membangun organisasi budaya yang tidak hanya aktif ketika ada pertunjukan, tetapi memiliki program kerja dan arah pengembangan yang jelas.

Dari Pelatihan Menuju Kemandirian

Pelatihan manajemen organisasi menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan Desa Tumpang membangun ekosistem budaya yang berkelanjutan.

Apalagi Desa Tumpang tengah menjalankan program Pemajuan Kebudayaan Desa (Desa Budaya) dan pada tahun 2026 telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, komunitas seni, dan perguruan tinggi menjadi modal penting untuk memastikan potensi budaya tidak berhenti sebagai warisan, tetapi berkembang menjadi kekuatan baru bagi desa.

Melalui program ini, UWG ingin memastikan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pemberian bantuan atau pelaksanaan pelatihan.

Tujuan akhirnya adalah membangun masyarakat yang semakin mampu mengelola potensinya sendiri.

Dengan organisasi yang semakin kuat, sumber daya manusia yang semakin kompeten, dan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat, Desa Tumpang diharapkan mampu menjadikan kekayaan budaya lokal sebagai identitas sekaligus kekuatan sosial dan ekonomi desa.

UWG hadir bukan sekadar membawa program ke desa, tetapi tumbuh bersama masyarakat untuk membangun desa yang lebih berdaya, mandiri, dan berkelanjutan.